Kegiatan In House Training (IHT) Guru dan Tenaga Kependidikan SMP Negeri 33 Semarang

Hari Pertama: Kamis, 28 November 2024

SMP Negeri 33 Semarang menggelar kegiatan In House Training (IHT) pada hari pertama, Kamis, 28 November 2024, bertempat di aula sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dan tenaga kependidikan dalam mendukung keberhasilan pembelajaran di sekolah. IHT kali ini menghadirkan dua narasumber berpengalaman, yaitu Bapak Mulyono, S.Si, seorang guru inspiratif dari SMP IT PAPB Semarang, dan Bapak Drs. Slamet Santosa, M.Pd, selaku Pengawas SMP dari Dinas Pendidikan Kota Semarang.

Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dengan pembukaan oleh Kepala SMP Negeri 33 Semarang, Ibu Dra. Siti Haryati, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peningkatan kompetensi guru untuk menghadapi tantangan pendidikan di era digital. "Melalui kegiatan ini, saya berharap para guru dan tenaga kependidikan dapat meningkatkan keterampilan dan menerapkan inovasi dalam proses pembelajaran," ujar beliau.

Materi dan Sesi Narasumber

Sesi 1: Membangun Inovasi Pembelajaran yang Efektif dan Inspiratif

Sesi pertama disampaikan oleh Bapak Mulyono, S.Si. Beliau memaparkan materi tentang inovasi pembelajaran yang dapat meningkatkan keterlibatan siswa. Dengan gaya penyampaian yang interaktif dan penuh inspirasi, Bapak Mulyono memberikan berbagai contoh penerapan teknologi dalam pembelajaran serta strategi untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.

Beliau juga menekankan pentingnya pendekatan diferensiasi dalam pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan belajar siswa yang beragam. "Guru harus menjadi fasilitator yang mampu mendorong siswa untuk belajar secara mandiri dan kreatif," ungkapnya.

Sesi 2: Penguatan Kompetensi Guru dalam Implementasi Kurikulum

Sesi kedua diisi oleh Bapak Drs. Slamet Santosa, M.Pd, yang membahas implementasi kurikulum terbaru serta peran guru dalam memastikan keberhasilannya. Beliau memberikan pemahaman mendalam mengenai strategi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran sesuai dengan kebijakan pendidikan terkini.

Bapak Slamet juga menekankan pentingnya kolaborasi antara guru dan tenaga kependidikan untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. "Guru dan tenaga kependidikan adalah tim yang harus saling mendukung untuk mencapai tujuan pendidikan," jelasnya.

Hari Kedua: Jumat, 29 November 2024

Kegiatan In House Training (IHT) SMP Negeri 33 Semarang berlanjut pada hari kedua, Jumat, 29 November 2024. Bertempat di aula sekolah, kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Tim Psikologi Kartika, yang dikenal sebagai tim ahli dalam bidang pengembangan sumber daya manusia dan psikologi pendidikan. Fokus utama IHT hari kedua adalah meningkatkan pemahaman guru dan tenaga kependidikan mengenai kesehatan mental dan pengelolaan emosi dalam lingkungan sekolah.

Pembukaan dan Sambutan

Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dengan pembukaan oleh Wakil Kepala Sekolah, Bapak Sugeng Prasetyo, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya keseimbangan antara aspek akademik dan kesehatan mental, baik untuk siswa maupun tenaga pendidik. "Dengan memahami psikologi siswa, kita dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan mendukung keberhasilan mereka," ujarnya.

Materi dan Sesi Narasumber

Sesi 1: Pentingnya Kesehatan Mental dalam Pendidikan

Sesi pertama dibawakan dengan memaparkan pentingnya menjaga kesehatan mental dalam dunia pendidikan. Beliau menjelaskan berbagai faktor yang memengaruhi kesehatan mental siswa, seperti tekanan akademik, hubungan sosial, dan lingkungan keluarga.

Selain itu, narasumber juga memberikan tips kepada para guru untuk mengenali tanda-tanda awal gangguan kesehatan mental pada siswa. "Guru memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam mendeteksi dan memberikan dukungan awal bagi siswa yang membutuhkan," ungkapnya.

Sesi 2: Strategi Pengelolaan Emosi di Lingkungan Sekolah

Sesi kedua fokus pada pengelolaan emosi di lingkungan sekolah. Beliau memberikan pelatihan praktis mengenai cara mengelola stres, baik untuk guru maupun siswa, melalui teknik relaksasi dan mindfulness.

Narasumber juga mengajak peserta untuk melakukan simulasi pendekatan empati dalam menghadapi siswa yang bermasalah. "Ketika kita mampu mengelola emosi dengan baik, kita dapat menjadi panutan bagi siswa dan menciptakan hubungan yang harmonis," jelasnya.

Diskusi dan Praktik

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif. Peserta antusias berbagi pengalaman mereka dalam menghadapi tantangan psikologis di sekolah, seperti siswa yang mengalami kesulitan belajar atau konflik antar teman. Tim Psikologi Kartika memberikan saran dan solusi berbasis kasus yang sangat relevan dengan kondisi di lapangan.

Tidak hanya itu, peserta juga diajak untuk melakukan praktik teknik relaksasi dan manajemen stres yang mudah diterapkan dalam keseharian. Latihan ini mendapat respons positif dari para peserta yang merasa lebih rileks dan termotivasi.

 

Diskusi dan Refleksi

Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi. Para peserta antusias mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman terkait tantangan yang mereka hadapi di lapangan. Kedua narasumber memberikan jawaban dan solusi praktis yang dapat langsung diterapkan oleh peserta.

Di akhir kegiatan hari pertama, para peserta melakukan refleksi bersama mengenai materi yang telah disampaikan. Banyak peserta mengungkapkan rasa puas dan termotivasi untuk mengembangkan diri.

Penutup

Kegiatan IHT hari pertama ditutup pukul 15.00 WIB oleh Kepala Sekolah. Beliau menyampaikan apresiasi kepada narasumber atas materi yang inspiratif dan peserta atas partisipasi aktif mereka. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan kualitas pendidikan di SMP Negeri 33 Semarang.

"Kami optimis bahwa melalui kegiatan seperti ini, kualitas pendidikan di sekolah kami akan semakin baik. Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi," tutup Ibu Dra. Isnaena Zaenab Karniati, M.Pd.

Hari berikutnya, IHT akan melanjutkan dengan sesi yang tidak kalah menarik dengan narasumber lainnya. Semoga semangat para guru dan tenaga kependidikan tetap terjaga hingga akhir kegiatan.